Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Agustus 2009

Waspadai, Bahan Makanan Pemicu Racun

  1. Buah semangka jika dicampur dengan daging sapi atau sejenisnya, dari ­mula-mula berwarna merah darah akan langsung teroksidasi menjadi warna coklat keruh clan hitam keabu-abu-an yang bisa memicu terjadinya racun. Sebaiknya jika Anda baru saja makan daging sapi, sebaiknya jangan langsung makan buah semangka.
  2. Waspadailah mengkomsumsi makanan laut seperti kerang-kerangan (kerang hijau, keong), siput, oyster dan lain-lain, terutama yang diperoleh dari pantai yang terpolusi limbah pabrik. Karena mengandung logam-logam berat seperti merkuri (Hg), Pb atau timah, cuprum dan sebagainya, akan menyebabkan keracunan.
  3. Makan udang dalam jumlah banyak dibarengi komsumsi vitamin C. Hasilnya, Arsene Perokside (As205) dalam udang akan teroksidasi menjadi Arsene triokside (As203) yang sangat beracun, dan bisa menyebakan kematian.
  4. Mengkomsumsi aspirin atau asetosal yang sudah teroksidasi (tandanya tampak bulu-bulu tajam dipermukaan tablet), dimana aspirin sudah mengalami oksidasi dari asam asetilosalisilat menjadi asam salisilat. Ini dapat memicu iritasi lambung sehingga terjadi perdarhan (racun).
  5. Jangan minum obat cacing setelah mengkomsumsi minuman atau makanan berminyak. Pasalnya obat cacing yg dalam air tidak diadsorbsi oleh alat pencernaan, tapi dalam minyak dapat diadsorbsi, sehingga menimbulkan keracunan dalam darah, menyebabkan kematian
  6. Hindari minum obat-obatan antibiotik usai makan atau sebelum makan. Karena menyebabkan kadar mematikan bakteri akan berkurang karena diikat oleh mineral-mineral dalam nasi atau susu/makanan (calcium), sehingga menyebabkan bakterinya resisters. Dan menjadi kebal terhadap obat-obatan. Minumlah 1/2 -1jam sebelum atau sesudah makan.
  7. Minum obat antibiotik harus dihabiskan sesuai resep dokter atau minimum diatas 3000 mgram (3 gram) untuk dewasa, misal 4 X sehari 1 capsul (250 mg/500mgr) selama 4 hari berturut-turut. Jadi sekitar 3 gram s/d 8 gram.
  8. lbu hamil clan bayi jangan minum obat tetracycline atau obat-obatan yg mengandung tertra, sebab akan menyebabkan giginya kuning atau abu­abu, karena tetra diikat oleh calcium gigi


Sabtu, 28 Juli 2007

Ketika Kami Tak Cocok Lagi


Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan yang hangat yang muncul ketika saya bersender di bahunya yang bidang. Tiga tahun dalam masa kenalan dan bercumbu, sampai sekarang, dua tahun dalam masa pernikahan, harus saya akui, saya mulai merasa lelah dengan semua itu.

Alasan saya mencintainya pada waktu dulu, telah berubah menjadi sesuatu yang melelahkan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak kecil yang menginginkan permen. Dan suami saya bertolak belakang dari saya, rasa sensitifnya kurang, dan ketidakmampuannya untuk menciptakan suasana yang romantis di dalam pernikahan kami telah mematahkan harapan saya tentang cinta. Suatu hari, akhirnya saya memutuskan untuk mengatakan keputusan saya kepadanya. Saya menginginkan perceraian.

"Mengapa?" dia bertanya dengan terkejut.

"Saya lelah. Terlalu banyak alasan yang ada di dunia ini," jawab saya.

Dia terdiam dan termenung sepanjang malam dengan rokok yang tidak putus-putusnya. Kekecewaan saya semakin bertambah. Seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang saya bisa harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk mengubah pikiranmu?"

Seseorang berkata, mengubah kepribadian orang lain sangatlah sulit, dan itu benar. Saya pikir, saya mulai kehilangan kepercayaan bahwa saya bisa mengubah pribadinya. Saya menatap dalam-dalam matanya dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan untukmu. Jika kamu dapat menemukan jawabannya yang ada di dalam hati saya, mungkin saya akan mengubah pikiran.

Seandainya, katakanlah saya menyukai setangkai bunga yang ada di tebing gunung, dan kita berdua tahu, jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?"

Dia berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok."

Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya melihat selembar kertas dengan coret-coretan tangannya, di bawah sebuah gelas yang berisi susu hangat, yang bertuliskan:

"Sayang, Saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu. Tetapi izinkan saya untuk menjelaskan alasannya."

Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya mencoba untuk kuat melanjutkan membacanya kembali...

"Kamu hanya bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor. Lalu saya harus memberikan jari-jari saya untuk memperbaiki programnya.

"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa masuk mendobrak rumah, membukakan pintu untukmu.

"Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi: saya harus memberikan mata untuk mengarahkanmu.

"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'tamu' kamu datang setiap bulannya: saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.

"Kamu senang diam di dalam rumah, dan saya kuatir kamu akan jadi 'aneh'. Lalu saya harus memberikan mulut saya untuk menceritakan lelucon dan cerita-cerita untuk menyembuhkan kebosananmu.

"Kamu selalu menatap komputer dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu. Saya harus menjaga mata saya sehingga ketika nanti kita tua, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu. Saya akan memegang tanganmu, menelusuri pantai, menikmati sinar matahari dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga kepadamu yang bersinar seperti wajah cantikmu...

"Juga sayangku, saya begitu yakin ada banyak orang yang mencintaimu lebih dari cara saya mencintaimu. Tapi saya tidak akan mengambil bunga itu lalu mati...."

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur dan saya membaca kembali...

"Dan sekarang sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana dengan susu segar dan roti kesukaanmu...."

Saya segera membuka pintu dan melihat wajahnya yang dulu sangat saya cintai. Dia begitu penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti. Saya tidak kuat lagi dan langsung memeluknya dan rebah di bahunya yang bidang sambil menangis.... (SM) sumber: Motivasi Net

Sabtu, 21 Juli 2007

PROSES KEPERAWATAN

Adalah metode pengorganisasian yang sistematis dalam melakukan asuhan keperawatan pada individu kelompok dan masyarakat yang berfokus pada identifikasi dari pemecahan masalah dari respon pasien terhadap penyakitnya. Proses keperawatan digunakan untuk membantu perawat melakukan praktik keperawatan secara sistematis dalam memecahkan masalah keperawatan

MANFAAT PROSES KEPERAWATAN

· Perawat dapat merencanakan asuhan keperawatan dan membantu mengembangkannya melalui hubungan profesional

· Memberikan kepuasan bagi pasien dan perawat

· Memberikan kerangka kerja bagi perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan

· Membuat perawat mawas diri dalam keahlian dan kemampuan merawat pasien

LANGKAH-LANGKAH PROSES KEPERAWATAN

Dalam proses keperawatan ada lima tahap, dimana tahap-tahap tersebut tidak dapat dipisahkan, dan saling berhubungan. Yang secara bersama sama membentuk lingkaran pemikiran dan tindakan yang kontinu, yang mengulang kembali kontak dengan pasien

1. Pengkajian

2. Diagnosa keperawatan

3. Perencanaan

4. Pelaksanaan

5. Evaluasi

PENGKAJIAN

· Mengumpulkan data secara sistematis

· Memilah dan mengatur data yang dikumpulkan

· Mendokumentasikan data dalam format

Pengkajian harus menggambarkan 2 hal:

1. Status kesehatan pasien

2. Kekuatan pasien dan masalah kesehatan yang dialami (aktual atau resiko/potensial)

KLASIFIKASI DATA

1. Data subjektif: merupakan ungkapan atau persepsi yang dikemukakan oleh pasien

2. Data objektif: merupakan data yang didapat dari hasil observasi, pengukuran, dan pemeriksaan fisik

PENGELOMPOKAN DATA

· Berdasarkan sistem tubuh

· Berdasarkan kebutuhan dasar (maslow)

· Berdasarkan teori keperawatan

· Berdasarkan pola kesehatan fungsional

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Adalah pernyataan yang jelas mengenai status kesehatan atau masalah aktual atau resiko dalam rangka mengidentifikasi dan menentukan intervensi keperawatan untuk mengurangi, menghilangkan, atau mencegah masalah kesehatan klien yang ada pada tanggung jawabnya

(Carpenito, 1983)

TUJUAN DIAGNOSA KEPERAWATAN

· Memberikan bahasa yang umum bagi perawat sehingga jalinan informasi dalam persamaan persepsi dapat terjadi

· Meningkatkan identifikasi tujuan yang tepat sehingga pemilihan intervensi lebih akurat dan menjadi pedoman dalam melakukan evaluasi

· Menciptakan standart praktik keperawatan

· Memberikan dasar peningkatan kualitas pelayanan keperawatan

DIAGNOSA DILIHAT DARI STATUS KESEHATAN PASIEN

· Aktual:Menggambarkan penilaian klinik yang harus divalidasi perawat karena adanya batasan karakteristik mayor

Ex: Ketidak efektifan jalan nafas b.d akumulasi sekret/slem

· Potensial: Menggambarkan kondisi pasien kearah yang lebih positif (kekuatan pasien)

Ex: Peningkatan status kesehatan pasien b.d intake nutrisi yang adekuat, pasien kooperatif

· Risiko: Menggambarkan kondisi klinis individu lebih rentan mengalami masalah.

Ex: Risiko infeksi b.d efek pembedahan

· Kemungkinan: Menggambarkan kondisi klinis individu yang memerlukan data tambahan sebagai faktor pendukung yang lebih akurat

Ex: Kemungkinan gangguang body image yang b.d operasi apendiks.

PERENCANAAN

1. Menentukan prioritas masalah

Berdasarkan Hirearki Maslow yaitu, fisiologis, keamanan/keselamatan, mencintai dan memiliki, harga diri dan aktualisasi diri

Berdasarkan Griffith-Kenney Christensen dengan urutan:

Ancaman kehidupan dan kesehatan

Sumber daya dan dana yang tersedia

Peran serta klien

Prinsip ilmiah dan praktik keperawatan

2. Menentukan Tujuan

Dalam menentukan tujuan digambarkan kondisi yang diharapkan disertai jangka waktu

3. Menentukan Kriteria Hasil

Bersifat spesifik dalam hal isi dan waktu mis: Pasien dapat menghabiskan 1 porsi makanan selama 3 hari post operasi

Bersifat realistik artinya dalam menentukan tujuan harus dipertimbangkan faktor fisiologis/patologis penyakit yang dialami dan sumber yang tersedia serta waktu pencapaian

Dapat diukur

Mempertimbangkan keadaan dan keinginan pasien

4. Merumuskan intervensi dan aktifitas perawatan

IMPLEMENTASI

· Tindakan mandiri

Adalah aktifitas perawat yang didasarkan pada kesimpulan atau keputusan sendiri dan bukan merupakan petunjuk atau perintah dari petugas kesehatan lain.

· Tindakan kolaborasi

Adalah tindakan yang didasarkan hasil keputusan bersama seperti dokter dan petugas kesehatan lain.

BENTUK IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

1. Bentuk perawatan, pengkajian untuk mengidentifikasi masalah baru atau mempertahankan masalah yang ada

2. Pendidikan kesehatan pada pasien untuk membantu menambah pengetahuan tentang kesehatan

3. Konseling pasien untuk memutuskan kesehatan pasien

4. Konsultasi dengan tenaga profesional kesehatan lainnya sebagai bentuk perawatan holistik

5. Bentuk penatalaksanaan secara spesifik atau tindakan untuk memecahkan masalah kesehatan

6. Membantu pasien dalam melakukan aktivitas sendiri

EVALUASI

Tujuan: Untuk mengetahui sejauh mana tujuan perawatan dapat dicapai dan memberikan feedback terhadap asuhan keperawatan yang diberikan

Langkah-langkah Evaluasi

1. Daftar tujuan-tujuan pasien

2. Lakukan pengkajian apakah pasien dapat melakukan sesuatu

3. Bandingkan antara tujuan dan kemampuan pasien

4. Diskusikan dengan pasien, apakah tujuan dapat tercapai atau tidak

Jika tujuan tidak tercapai, maka perlu dikaji ulang letak kesalahannya, dicari jalan keluarnya, kemudian catat apa yang ditemukan, serta apakah perlu dilakukan perubahan intervensi

PROSES KEPERAWATAN

Pengkajian adalah Tahap awal dari proskep.

Proses sistematis dalam pengumpulan data dasar utama dalam memberikan Asuhan Keperawatan

Pengkajian

Lengkap

Akurat

Sesuai dengan kenyataan

Kebenaran data sangat penting dalam merumuskan Dx.Kep.

Prinsip pelaksanaan dalam pengkajian :

Ø Pengkajian dilaksanakan 1 x 24 Jam

Ø Kelengkapan dalam proses pelaksanaan pengkajian.

* Identitas pasien harus diisi lengkap

* Mengkaji pasien yang lebih diutamakan adalah pengkajian yang isesuaikan dengan Dx. Medis ( Persistem ).

Contoh disesuaikan dengan diagnosa medis

1. Dyspepsi: Sistem pencernaan

2. Gangguan Pernapasan: Sistem respiratori

3. Gangguan Otot dan Tulang: Sistem Muskuloskeletal

4. Gangguan Mobilitas: Ekstremitas

5. Gangguan integritas: Sistem integumen

Contoh disesuaikan dengan bagian spesialisnya

1. THT : Sistem penghidu,pendengaran,telinga.

2. Urologi : Sistem urologi

Data dasar

1. Sumber data diceklis dan diberi keterangan bila data didapat dari orang lain/bukan klien

2. Keluhan utama : keluhan yang paling dirasakan klien saat dikaji, data berupa data subjektif

3. Riwayat penyakit sekarang adalah alasan klien masuk RS sekarang.

4. contoh : Sejak hari…. Klien mengeluh…..,…,dst.

Pemeriksaan fisik

1. TTV : wajib diisi dan diceklis sesuai dengan keterangan yang ada dibawahnya (ex. Suhu 37oC – diambil secara axila)

2. Sistem respiratory : sesuai data yang didapat

3. Sistem kardiovaskuler : sesuai data yang didapat

4. Sistem integumen : Pada klien dengan luka sertakan keterangan tentang luka seperti lokasi, grade, eksudat, bau

5. Sistem neurologi :pada sisitem neurologis sertakan hasil SKG dari kesadaran, dikaji keadaan umum dan kelainan yang didapat

6. Sistem muskuloskeletal : diisi pada klien dengan gangguan muskuloskeletal atau pasien ortopedi

7. Sistem sensorik :

a. penglihatan : diisi sesuai data yang didapat

b. Pendengaran : wajib diisi untuk klien THT

c. Penghidu : Wajib diisi untuk klien THT

d. Pengecapan : diisi sesuai data yang didapat

e. Leher : diisi sesuai data yang didapat

8. Abdomen : diisi sesuai data yang didapat

9. Sistem Reproduksi : diisi sesuai data yang didapat


Kebutuha Dasar

1. BB dan TB harus diisi

2. Nutrisi : Diisi dengan data sebelum klien di RS (sebagai perbandingan)

3. Eliminasi : sesuai pola dan kelainan yang didapat

4. Pola Aktivitas dan istirahat : berdasarkan kuantitas dan kualitas

5. Pola merawat diri : dinilai dari ketergantungannya

6. Pola kebiasaan : dinilai dari kebiasaan sehari-hari

Data Psikososial

Data Spiritual

Data Penunjang

Diagnosa

v Antara masalah dan etiologi disesuaikan dengan diagnosa dokter;

Contoh : Hipertermi b.d Viremia à untuk panas yang disebabkan oleh virus

v Kriteria waktu tiap diagnosa diperlukan penelitian dari masing – masing ruangan.

v Jika ada diagnosa yang berubah dari risti menjadi aktual atau sebaliknya maka diagnosa, kritteria dan renpra tersebut dapat dimodifikasi.

v Jika massalah sudah teratasi ditulis stop pada kolo yang telah disediakan.

Catatan keperawatan

v Standar Penulisan Caper

1. Sesuai dengan rencana tindakan yang diceklis

2. Rutinitas tidak usah ditulis

3. Dokumentasi tidak boleh ditip-x

v Intrksi dari dokter tiddak usah ditulis lagi

v BLPL bisa ditulis dicaper

v Perkembangan pasen gawat harus dicatat.

v Transfusi boleh dicatat


SOAP

v Ditulis sesuai dengan diagnosa keperawatan

v Untuk analissa berorientasi pada HYD, tidak lagi memakai “ masalah teratasi sebagian”