Tampilkan postingan dengan label Buku Saku Keperawatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Saku Keperawatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juli 2007

Perhitungan volume urine pada bayi

Berat jenis urine normal: 1,01 - 1,03

Berat jenis air: 1

Berat popok kering: 10 - 20 gr

Berat bedong flannel kering: 130 gr

Berat bedong katun kering: 120 gr

Berat (gr)

URINE (Cc)

Popok + Urin

Bedong flannel + Urine

Bedong katun + Urine

20

140

130

5 cc

30

150

140

10 cc

35

155

145

15 cc

40

160

150

20 cc


Petunjuk Pemasangan EKG

Jumat, 20 Juli 2007

PERHITUNGAN DOSIS

RUMUS PERHITUNGAN DOPAMIN

Dopamin ;1 ampul = 10 cc, 1 ampul = 200 mg , 1 mg = 1000 mikrogram

Rumus factor pengencer = 200.000 = 4000

50cc

Rumus : Dosis x BB x jam (menit ) = hasil

4000

Atau rumus langsung : Dosis x BB 60 x 50 = hasil

200.000

RUMUS PERHITUNGAN DOBUTAMIN

Dobutamin ; 1 ampul = 5 cc , 1 ampul = 250 mg , 1 mg = 1000 mikrogram

250 mg = 250.000 mikrogram

rumus factor pengencer = 250.000 = 5000

50cc

Rumus : Dosis x BB x jam (menit ) = hasil

5000

Atau rumus langsung : Dosis x BB x 60 x 50 = hasil

250.000

Rumus diatas digunakan untuk pemberian dopamine dan dobutamin dengan menggunakan syringe pump.

Rumus pemberian Dopamin dan Dobutamin dalam kolf / drip

Rumus = 200.000 = 400

500

= Dosis x BB x jam ( menit )

400

= hasil sesuai makro drip / mikrodrip

RUMUS PERHITUNGAN NITROCYNE

1 ampul = 10 cc , 1 cc = 1 mg, 1 ampul = 10 mg

Dosis yang digunakan dalam cc ( microgram ) jadi 1 ampul = 10.000 mikrogram

Rumus : Dosis x 60 x pengencer = hasil

10.000

RUMUS PERHITUNGAN ISOKET

1 ampul = 10 cc , 1 ampul = 10 mg , 1mg = 1cc

Isoket atau Cedocard diberikan sesuai dosis yang diberikan oleh dokter.


RUMUS PERHITUNGAN DARAH UNTUK TRANSFUSI

Rumus : Hb normal – Hb pasien = hasil

> hasil x BB x jenis darah

Keterangan :

Hb normal = Hb yang diharapkan atau Hb normal

Hb pasien = Hb pasien saat ini

Hasil = hasil pengurangan Hb normal dan Hb pasien

Jenis darah = darah yang dibutuhkan

= PRC dikalikan 3

= WB dikalikan 6

RUMUS PERHITUNGAN KOREKSI HIPOKALEMI PADA ANAK

Koreksi cepat

Yang dibutuhkan = ( jml K x BB x 0,4 ) + ( 2/6 x BB )

Diberikan dalam waktu 4 jam

Maintenance : 5 x BB x 2

6

Diberikan dalam 24 jam

Keterangan :

Jml K = nilai yang diharapkan ( 3,5 ) – nilai hasil kalian (x)

KESEHATAN ANAK

CARA MENENTUKAN UMUR KEHAMILAN

POSTPARTUM MENURUT BALLARD ( 1997 )

KULIT

0 = merah seperti agar transparan

1 = merah muda licin/halus tampak vena

2 = permukaan mengelupas dengan/tanpa ruam, sedikit vena

3 = daerah pucat, retak2, vena jarang

4 = seperti kertas putih, retak lebih dalam tidak ada vena

5 = seperti kulit retak mengkerut

LANUGO

0 = tidak ada

1 = banyak

2 = menipis

3 = menghilang

4 = umumnya tidak ada

5 =……………..

LIPATAN PLANTAR

0 = hampir tidak tampak

1 = tanda merah sangat sedikit

2 = hanya lipatan anterior yang menghilang

3 = lipatan 2/3 anterior

4 = lipatan seluruh tampak

PAYUDARA

0 = hampir tidak tampak

1 = areola mendatar tidak ada tonjolan

2 = areola seperti titik tonjolan 1-2 mm

3 = areola lebih jelas dengan 3-4 mm

4 = areola penuh tonjolan 5-10 mm

DAUN TELINGA

0 = datar tetap terlihat

1 = sedikit melengkung, lunak lambat kembali

2 = bentuknya lebih baik, lunak mudah membalik

3 = bentuk sempurna, membaik seketika

4 = tulang rawan tebal, tulang telinga kaku

KELAMIN LAKI - LAKI

0 = skrotum tidak ada rugae

1 = testis belum turun

2 = testis turun, sedikit rugae

3 = testis dibawah, rugaenya bagus

4 = testis tergantung, rugaenya dalam

KELAMIN WANITA

0 = klitoris dan labia minor menonjol

1 = labia mayor dan minor sama2 menonjol

2 = labia mayor besar, minor kecil

3 = klitoris dan labia minor di tutupi labia mayor

REFLEKS

TINGKAT KESADARAN

1. KOMPOS MENTIS

Sadar penuh dan keadaan normal

2. SOMNOLEN

Keadaan mengantuk dan kesadaran dapat pulih bila dirangsang, ditandai dengan mudahnya klien dibangunkan, mampu memberi jawaban verbal dan menangkis rangsangan nyeri

3. SOPOR

Kantuk dalam, klien dapat dibangunkan dengan rangsangan yang kuet, namun kesadaran segera menurun, klien dapat melaksanakan instruksi singkatdan masih terlihat gerakan spontan dengan rangsangan nyeri, klien tidak dapat diabngunkan dengan sempurna, jawaban verbal tidak ada, tangkisan nyeri masih baik

4. KOMA RINGAN/SEMI KOMA

Tidak ada respon verbal, reflek masih baik, gerakan timbul saat ada rangsang nyeri dan tidak terorganisir, tidak dapat dibangunkan.

REFLEKSIOLOGI

q Reflek kornea

Dengan cara menyentuhkan kapas pada limbus, hasil positif bila mengedip

(N IV & VII )

q Reflek faring

Faring digores dengan spatel, reaksi positif bila ada reaksi muntahan

( N IX & X )

q Reflek Abdominal

Menggoreskan dinidng perut dari lateral ke umbilicus, hasil negative pada orang

Tua, wanita multi para, obesitas, hasil positif bila terdapat reaksi otot

q Reflek Kremaster

Menggoreskan paha bagian dalam bawah, positif bila skrotum sisi yang sama

Naik / kontriksi ( L 1-2 )

q Reflek Anal

Menggores kulit anal, positif bila ada kontraksi spincter ani ( S 3-4-5 )

q Reflek Bulbo Cavernosus

Tekan gland penis tiba-tiba jari yang lain masukkan kedalam anus, positif bila

kontraksi spincter ani (S3-4 / saraf spinal )

q Reflek Bisep ( C 5-6 )

q Reflek Trisep ( C 6,7,8 )

q Reflek Brachioradialis ( C 5-6 )

q Reflek Patela ( L 2-3-4 )

q Reflek Tendon Achiles ( L5-S2)

q Reflek Moro

Reflek memeluk pada bayi saat dikejutkan dengan tangan

q Reflek Babinski

Goreskan ujung reflak hammer pada lateral telapak kaki mengarah ke jari, hasil

positif pada bayi normal sedangkan pada orang dewasa abnormal ( jari kaki

meregang / aduksi ektensi )

q Sucking reflek

Reflek menghisap pada bayi

q Grasping reflek

Reflek memegang pada bayi

q Rooting reflek

Bayi menoleh saat tangan ditempelkan ke sisi pipi


REFLEK PATOLOGIS

q Reflek Hoffman – Tromer

Jari tengah klien diekstensikan, ujungnya digores, positif bila ada gerakan fleksi pada

Jari lainnya

q Reflek Jaw

Kerusakan kortikospinalis bilateral, eferen dan aferennya nervous trigeminus, dengan

Mengertuk dagu klien pada posisi mulut terbuka, hasil positif bila mulut terkatup

q Reflek regresi

Kerusakan traktus pirimidalis bilateral / otak bilateral

q Reflek Glabella

Mengetuk dahi diantara kedua mata, hasilnya positif bila membuat kedua mata klien

Tertutup

q Reflek Snout

Mengutuk pertengahan bibir atas, positif bila mulutnya tercucur saliva

q Reflek sucking

Menaruh jari pada bibir klien, positif bila klien menghisap jari tersebut

q Reflek Grasp

Taruh jari pada tangan klien, positif bila klien memegangnya

q Reflek Palmomental

Gores telapak tangan didaerah distal, positif bila otot dagu kontraksi

q Reflek rosolimo

Ketuk telapak kaki depan, positif bila jari kaki ventrofleksi

q Reflek Mendel Bechterew

Mengetuk daerah dorsal kaki2 sebelah depan,positif bila jari kaki ventrofleksi

q Tes rangsang meningeal

q Nuchal rigidity

Klien tanpa bantal fleksikan leher ke lateral, lalu fleksikan leher mendekati dagu,

hasil positif bila ada tahanan dan nyeri

q Kernig

Fleksikan panggul dengan sudut 90 derajat, ekstensikan tungkai bawah pada

persendian lutut, positif bila ada tahanan dan rasa sakit sebelum mencapai

ekstensi maksimal

q Brudzinski I,II

Bila pada saat fleksi leher lutut ikut fleksi juga brudzinski I positif, brudzinski II : satu tungkai lain diekstensikan pada persendian panggul, tungkai lain diekstensikan, positif bila tungkai yang ekstensi ikut fleksi

MTBS

KLASIFIKASI DIARE DAN DISNTRI

· Ada dehidrasi

· Tanpa dehidrasi

· Darah dalam tinja

· Diare persisiten berat

· Diare persisten

· Disentri


KLASIFIKASI DEMAM (DAERAH RESIKO TINGGI MALARIA)

· Ada tanda bahaya umum / kaku kuduk

· Demam lebiih dari 37,5 C

· Penyakit berat dengan demam

· Malaria


MALARIA (DAERAH RESIKO RENDAH MALARIA)

· Ada tanda bahaya umum / kaku kuduk

· Atidak pilek, campak dan penyebab lain dari demam

· Ada plek campak dan penyebab lain dari demam

· Penyakit berat dengan demam

· Malaria

· Demam mungkin bukan malaria


KLASIFIKASI DEMAM UNTUK CAMPAK

· Ada tanda bahaya umum, kekeruhan pada kornea, luka di mulut dalam dan luas

· Mata bernanah/luka di mulut

· Terdapat campak/ 3bln terakhir

· Campak dengan komplikasi bearat

· Campak dengan komplikasi pada mulut / mata

· Campak

Cat : semua anak yang campak harus mendapat vitamin A

KLASIFIKASI DEMAM UNTUK DEMAM BERDARAH

· Ada tanda syok : ekstremitas teraba dingin dan nadi lemah/tidak teraba, muntah bercampur darah/seperti kopi, berak berwarna hitam, perdarahan dari hidung atau gusi berat, bintik perdarahan dikulit dan uji tournikuet (+), sering muntah ,tanpa diare

· Nyeri ulu hati, gelisah, bintik perdarahan dikulit(-)

· Tidak ada satupun gejala diatas ada penyebab lain dari demam

· Demam berdarah

· Mungkin demam berdarah

· Demam mungkin bukan demam berdarah


KLASIFIKASI MASALAH TELINGA

· Pembengkakkan yang nyeri di belakang telinga

· Tampak cairan / nanah keluar dari telinga dan telah terjadi kurang dari 14 hari/ nyeri telinga

· Tampak cairan / nanah keluar dari telinga dan telah terjadi selama 14 hari/lebih

· Tidak ada sakit telinga dan tidak ada cairan/nanah keluar dari telinga

· Mastoiditis

· Infeksi telinga akut

· Infeksi telinga kronis

· Tidak ada infeksi telinga


KLASIFIKASI STATUS GIZI

· Badan tampak sangat kurus, bengkak pada kedua kaki, telapak tangan pucat

· Telapak tangan agak pucat, BB sangat rendah

· BB tidak BGM dan tidak ditemukan tanda lain dari malnutrisi dan anemia

· Gizi buruk/anemia berat

· BGM, dan atau anemia

· Tidak BGM dan tidak anemia




E K G

Pemasangan elektroda

Merah = lengan kanan

Kuning = lengan kiri

Hijau = tungkai kanan

Hitam = tungkai kiri

PEMBACAAN HASIL EKG

0 kotak kecil = 0,04 detik

laju QRS frekuensi 60 – 100 x mnt, kurang dari 60= bradikardi,

lebih dari 60 = takikardi

GELOMBANG NORMAL

P = Tegak (+), di I,II, Av1, V2-6 dan terbalik di Av1, mungkin terbalik di III, Av1,v1

Q = q kecil di I, II, AVF, V4-6, durasi 0,03 detik tinggi ¼ R,ukuran bervariasi di AVR

= Q besar dengan durasi 0,4 detik di III, abnormal di AVF dan III ( harus diagnosa), Q besar di AVL normal

QS = Semua negative kecuali di V1-2

R = Terbesar di I, V4-6

S = S dominant di V1-3, keciol dan progresif di V3-6,S mungkin ditemukan di I,II

T = Tegak di I,II, AVF, V2-6 terbalik di AVR, mungkin terbalik di III, AVL,V1

U = Tidak terlihat, sering terlihat terbalik di V2-4

GELOMBANG EKG PATOLOGI

· HYPERTROPI ATRIUM KIRI = P lebar, tegak dan bertakik di V4-6

· HYPERTROPI ATRIUM KANAN = P tinggi > 2,5 mm, runcing di II,III, AVF

· HYPERTROPI VENTRIKEL KIRI = R(I) dan S(III) . 2,6 mm, R pada AVL > 11 mm, R pada V1-5 > 52,6 mm, S pada V1+R pada V5 atau V6>3,5 mm, depresi ST, inverse 1, interval QRS antara 0,1 – 0,12

· HYPERTROPI VENTRIKEL KANAN = R tinggi di V1 > 5 mm,R:s pada V1>1mm, depresi ST, T terbalik pasa V1-3

· ISKEMIA MIOKARD = depresi ST . 1mm, horizontal dan menurun

· INFARK MIOKARD = elevasi ST > 1mm, T besar dan tegak lurus, setelah 1-3 hari T terbalik dan timbul Q yang abnormal yang menandakan infark transient, durasi Q <0,04>

Anterior kealinan di sandapan V2-4

Inferior kealinan di AVF

Lateral kelainan pada I, V6

Posterior kelainan jika R yang tinggi, T tegak pada V1-2

· PERIKARIDTIS = elevasi ST di semua sadapan kecuali AVR,AVL,V1,V2 dan T terbalik

· HIPERKALEMIA = T tinggi ramping dan runcing, P hilang, QRS melebar, takikardi ventrikel

· HYPOKALEMIA = depresi ST, T rendah, U besar di V2-4, U:T rasio > 1,0 mm

· HYPERKALSEMIA = interval Q-T memendek, T terdapat pada akhir QRS

· HYPOKALSEMIA = ST,QT memanjang