Tampilkan postingan dengan label Dunia Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Kerja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juli 2007

Membangun motivasi dalam diri

Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika anda memiliki motivasi yang kuat dalam diri anda. Tanpa motivasi apapun, sulit sekali anda menggapai apa yang anda cita-citakan. Tapi tak dapat dipungkiri, memang cukup sulit membangun motivasi di dalam diri sendiri. Bahkan mungkin anda nggak tahu pasti bagaimana cara membangun motivasi di dalam diri sendiri.

Padahal sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi tersebut. Caranya...? coba simak kiat berikut ini:

Ciptakan sensasi

Ciptakan sesuatu yang dapat "membangunkan" dan membangkitkan gairah anda saat pagi menjelang. Misalnya, anda berpikir esok hari harus mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya mustahil, tapi sensasi ini kadang memacu semangat anda untuk berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah anda lakukan kemarin.

Kembangkan terus tujuan anda

Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup yang terlalu sederhana membuat anda tidak memiliki kekuatan lebih. Padahal untuk meraih sesuatu anda memerlukan tantangan yang lebih besar, untuk mengerahkan kekuatan anda yang sebenarnya. Tujuan hidup yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidup anda.

Tetapkan saat kematian

Anda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional. Anda dapat membayangkan 'flash back' dalam kehidupan anda. Sejak anda menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika anda membayangkan 'ajal' anda sudah dekat, akan memotivasi anda untuk berbuat lebih banyak lagi selama hidup anda.

Tinggalkan teman yang tidak perlu

Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong anda mencapai tujuan. Sebab, siapapun teman anda, seharusnya mampu membawa anda pada perubahan yang lebih baik. Ketahuilah bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat anda berpikir optimis pula. Bersama mereka hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi.

Hampiri bayangan ketakutan

Saat anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan tersebut. Misalnya selama ini anda takut akan menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut anda dengan mencoba mengatasinya. Saat anda berhasil mengatasi rasa takut, saat itu anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa anda mampu mencapai hidup yang lebih baik.

Ucapkan "selamat datang" pada setiap masalah

Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat anda akan menghadapi jalan terjal, menanjak dan penuh bebatuan. Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika anda memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, anda akan semakin sulit termotivasi. Sebaliknya bila anda selalu siap menghadapi setiap masalah, anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan anda.

Mulailah dengan rasa senang

Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup anda. Coba nikmati hidup dan jalan yang anda tempuh. Jika sejak awal anda sudah merasa 'tidak suka' rasanya motivasi hidup tidak akan pernah anda miliki.

Berlatih dengan keras

Tidak bisa tidak, anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya tidak ada yang tidak dapat anda raih jika anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih semakin mudah pula mengatasi setiap kesulitan.

Kesimpulannya, motivasi adalah 'sesuatu' yang dapat menumbuhkan semangat anda dalam rangka mencapai tujuan. Dengan motivasi yang kuat di dalam diri sendiri, anda akan memiliki apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga anda pun nggak ragu lagi melangkah mencapai tujuan dan cita-cita hidup anda..!

Strategi mengasah daya ingat

Tingkat kesibukan dan beban kerja yang tinggi selain bisa menyebabkan stres dan depresi, juga bisa menurunkan daya ingat anda. Kalau daya ingat anda menurun itu artinya anda akan jadi orang yang pelupa. Tentu ini akan mengganggu kelancaran kerja anda kan..? Bagaimana tidak, kalau ingin melakukan ini dan itu anda selalu terhambat oleh lupa. Mau meeting lupa jadwalnya, mau bertemu klien lupa tanggalnya.

Nah anda nggak mau kan jadi pelupa? So, anda yang mulai dihantui gejala-gejala pelupa, waspadalah. Segera lakukan strategi untuk mengasah daya ingat anda. Berikut ini adalah enam strategi untuk mempertajam daya ingat anda:

Olahraga secara teratur. Para dokter dan pakar kesehatan mengatakan bahwa olahraga dapat melancarkan dan memperbaiki sirkulasi darah ke otak. Hal ini akan memberi pengaruh positif pada otak. Otak dapat bekerja lebih segar sehingga akan memudahkan anda untuk mengingat segala sesuatu yang akan dan sudah anda lakukan.

Jangan terjebak oleh rutinitas. Carilah dan lakukan hal-hal baru. Rutinitas yang menjemukan membuat otak anda jenuh. Sedangkan pengalaman dan hal-hal baru akan menyegarkan pikiran anda. Dan andapun terhindar dari penyakit lupa. Bahkan ahli medis mengklaim bahwa pengalaman baru dapat mencegah penyakit alzheimer's

Saat anda dilanda stres akibat pekerjaan yang menumpuk atau deadline yang mendesak, jangan panik. Atasi kepanikan anda dengan bersikap tenang, hirup nafas dalam-dalam dan katakan pada diri sendiri "Don't worry be happy.." Sikap yang tenang mempengaruhi daya kerja otak anda.

Hiduplah secara teratur dan terencana. Kondisi ini akan membuat anda mengingat sesuatu dengan mudah. Misalnya anda terbiasa berangkat ke kantor jam 7 pagi, anda selalu meletakkan kunci mobil di tempat yang sama setiap hari.

Lakukan visualisasi yang berhubungan dengan sesuatu yang anda ingat. Misalnya ketika anda mengingat seminar yang akan diselenggarakan besok, bayangkanlah suasana seminar dengan jumlah peserta sekian dan siapa saja pembicara yang hadir dalam seminar.

Biasakan mencatat hal-hal penting yang berhubungan dengan janji. Tempelkan catatan tersebut di meja kerja anda atau di cermin rumah anda. Ini merupakan cara yang paling efektif agar anda tidak lupa dengan semua janji yang telah anda buat.

Satu hal lagi yang cukup penting agar daya ingat anda senantiasa 'fresh' adalah berpikir positif. Jangan bebani pikiran anda dengan hal-hal negatif tentang hidup ini dan orang lain. So, pelupa..? nggak lah ya..!

Manajemen waktu bagi diri sendiri

"Aduh waktunya kok cepet banget sih", atau "Udah jam segini kerjaan saya belom selesai". Kalimat-kalimat yang menyiratkan kekurangan waktu ini pasti sering atau pernah anda dengar di kantor. Atau mungkin anda sendirilah yang mengucapkannya. Memang, waktu adalah hal yang sangat berharga bagi siapapun, terlebih bagi para profesional seperti anda.

Waktu merupakan komoditas yang paling bernilai. Karena waktu adalah suatu jenis sumberdaya yang tidak bisa diperbarui, bahkan oleh ilmuwan yang paling genius sekalipun. Kegiatan apapun yang akan anda lakukan pasti membutuhkan waktu. Sayangnya jumlah waktu sangat terbatas yaitu 24 jam. Dan jumlah ini nggak bisa ditambah atau dikurangi dalam sehari. Karena itu waktu harus dimanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin. Mengingat sedemikian penting dan berharganya waktu, anda perlu membuat manajemen waktu bagi diri sendiri. Caranya? coba ikuti aturan berikut ini:

Jadualkan jam-jam hening

Jam hening disini maksudnya adalah saat-saat dimana anda harus berkonsentrasi penuh pada pekerjaan. Misalnya jam 8 sampai jam 11 dan jam 13.00 sampai jam 16.00 adalah waktu untuk konsentrasi penuh. Untuk mengoptimalkan jam hening anda, hindari segala sesuatu yang dapat mengganggu konsentrasi anda, seperti dering telepon, ponsel, membaca email yang tak perlu, chatting, dsb.

Tentukan prioritas

Ingat, walaupun anda pekerja keras, anda tetap memiliki keterbatasan dalam menyelesaikan semua tugas yang dibebankan pada anda. Untuk itu anda perlu menentukan prioritas pekerjaan. Prioritas disini adalah pekerjaan yang paling penting yang harus segera diselesaikan dan akan memberikan dampak paling besar bagi pencapaian sasaran pribadi ataupun sasaran organisasi anda. Nah gunakan secara optimal jam hening tadi untuk mengerjakan tugas prioritas anda. Agar dapat melakukan prioritas dengan tepat, tetapkan tujuan utama harian setiap pagi sebelum mulai berangkat kerja. Lalu tentukan kapan akan mengerjakannya beserta batas waktu untuk menyelesaikannya.

Evaluasi waktu secara berkala

Gunakan agenda untuk mencatat waktu-waktu yang anda habiskan setiap hari, minggu, bulan, dan tahun. Catat kegiatan sehari-hari anda, berikut waktu yang dihabiskan untuk melakukannya. Kemudian lakukan evaluasi setiap satu minggu sekali untuk mempelajari waktu yang telah anda habiskan selama seminggu. Dengan demikian anda dapat mengetahui hal apa saja yang membuat waktu anda efektif dan tidak efektif.

Kenali pemborosan waktu anda

Setelah melakukan evaluasi, tandai hal-hal yang memboroskan waktu anda. Misalnya terlalu banyak chatting di internet, ngobrol di telepon, makan siang terlalu lama, sering menunda pekerjaan, melakukan pertemuan yang tidak perlu, datang terlambat atau pulang lebih cepat, dsb. Jika anda sudah mengetahui hal-hal yang memboroskan waktu anda, hilangkan kebiasaan tersebut. Tetapi jika hal tersebut sulit anda hilangkan, lakukan secara bertahap. Kemudian buatlah suatu rencana tindakan untuk meminimalkan pengaruhnya.

Memang tidak mudah menetapkan manajemen waktu bagi diri sendiri. Karena anda dengan gampang dapat melanggarnya setiap kali anda ingin. Tetapi paling tidak, diharapkan manajemen waktu ini dapat menciptakan keterikatan bagi anda untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Ingat, manajemen waktu ini sepenuhnya berada di bawah kendali dan tanggung jawab anda. Jangan lupa, mereka yang sukses dalam karirnya banyak dipengaruhi oleh keahliannya dalam mengelola waktu. Good luck!

Kenali karakter rekan yang sulit

Menjaga hubungan baik dengan semua rekan-rekan di kantor mutlak perlu untuk menunjang kenyamanan anda dalam bekerja. Menghadapi teman-teman yang baik dan menyenangkan tentu anda tidak akan menemui masalah. Karena mereka ini bukanlah teman yang sulit dihadapi.

Tetapi, tak dapat dipungkiri, tidak semua rekan di kantor bersifat seperti yang anda harapkan. Ada beberapa sifat dan karakter teman yang termasuk sulit alias tidak menyenangkan. Sebelum anda bingung menghadapinya, anda harus mengetahui seperti apa tipe teman-teman di kantor yang tergolong sulit ini. Coba deh simak satu persatu tipe si sulit beserta cara menghadapinya:

Tukang gosip

Tipe teman yang satu ini selalu ‘want to know’ aja tentang masalah pribadi orang lain. Hingga sebagian besar waktunya di kantor habis untuk mencari tahu tentang orang lain di sekelilingnya. Biasanya dia juga suka menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Kepada teman yang satu ini jangan terlalu dekat tetapi juga jangan menjauhinya. Yang penting jangan libatkan diri anda dalam spekulasi apapun dengannya dan jangan sekali-kali menanggapi gosip yang ia lontarkan.

Si pemarah

Teman yang satu ini memang membuat anda atau siapapun merasa nggak nyaman berada di dekatnya. Tersinggung sedikit dia langsung marah. Kalau bicara mereka juga umumnya keras. Yang lebih membuat nggak nyaman, kalau lagi ‘bad mood’ bicaranya seperti membentak dengan ekspresi yang sama sekali tidak menyenangkan. Menghadapi rekan yang satu ini memang harus ekstra hati-hati. Hindari pembicaraan yang dapat membangkitkan amarahnya. Seandainya anda ingin berargumentasi, anda harus bisa menunjukkan bukti yang kuat.

Si ambisius

Rekan yang ambisius biasanya selalu ingin menonjol di antara rekan-rekan yang lain. Ia juga bisa berbuat apa saja untuk mencapai ambisinya. Termasuk menjatuhkan rekan-rekan kerjanya sendiri. Ia selalu mencari kesempatan untuk maju meskipun dengan cara yang agak ‘nyeleneh’. Kepada teman tipe satu ini anda harus menunjukkan persaingan secara lebih positif dan sehat. Sehingga ia sadar bahwa untuk mencapai kemajuan tidak harus menghalalkan semua cara.

Si culas

Hati-hati dengan rekan kerja bertipe ini. Biasanya ia selalu bersikap baik di depan teman-temannya. Tetapi di belakangnya ia bisa saja mengatur strategi untuk menjatuhkan anda atau siapapun yang tidak disukainya. Tetapi biasanya orang-orang yang tidak disukainya adalah orang-orang yang lebih maju darinya. Membajak pekerjaan penting dan ide orang lain juga bukan hal yang asing baginya. Maka anda harus selalu waspada dengan orang yang satu ini. Jika anda memiliki ide briliant, jangan bicarakan padanya.

Si perasa

Bicara dengan si perasa juga harus ekstra hati-hati. Salah ucap sedikit saja ia bisa tersinggung dan sedih berlarut-larut. Jika menerima kritik yang agak pedas, bisa-bisa ia berpikir untuk mengundurkan diri. Untuk itu, jika bicara dengannya usahakan dengan hati-hati dan lembut. Jika ingin mengkritiknya, lakukan empat mata. Dan untuk membangkitkan rasa 'pede'nya jangan ragu untuk memuji kelebihannya.

Bagaimana? Sudahkah anda mengetahui karakter rekan-rekan kantor anda yang terkenal sulit? Dengan mengetahui karakter mereka masing-masing, paling tidak anda memiliki kunci untuk menghadapi mereka satu persatu. Kepiawaian anda berhadapan dengan semua teman bahkan dengan yang berkarakter sulit sekalipun adalah satu nilai plus untuk sukses di dunia kerja.

Belajar bersikap positif

Setuju nggak? Bahwa dunia kerja bisa diibaratkan arena olahraga. Di dalamnya sarat dengan kompetisi. Aturan main yang berlakupun berbeda-beda. Mulai dari yang halus, normal, sampai yang kasar. Tetapi pada intinya dalam menghadapi kompetisi anda harus bersikap sportif. Karena untuk menjadi pemenang yang tangguh, anda harus mampu berkompetisi secara fair. Berikut ini adalah sikap sportif dalam menghadapi kompetisi di kantor:
Unggul
Dalam suatu kompetisi jelas harus ada yang kalah dan menang. Seandainya terdapat skor yang sama pasti tetap ada yang lebih unggul. Nah untuk menjadi unggul anda harus tahu aturan permainan di kantor. Pahami konsep-konsep permainan di perusahaan, baik yang tertulis maupun tidak. Kemudian jalani konsep-konsep tersebut dengan cara yang sportif.
Tahan banting
Untuk memenangkan kompetisi, anda harus menjadi pribadi yang tahan banting. Dalam hal ini sikap pasrah tidak diperlukan untuk memenangkan kompetisi. Karena mereka yang cenderung pasrah tidak memiliki semangat juang untuk menjadi pemenang. Tentu saja anda harus mampu berkompetisi secara sehat, tanpa harus menusuk teman dari belakang.
Tetap kerjasama
Meskipun anda berada di tengah arena kompetisi yang cukup ketat, iklim kerjasama tetap harus dikembangkan. Jangan ragu membantu rekan anda yang kesulitan. Ingat, keluwesan anda dalam bekerja sama justru akan mendapat nilai plus di mata atasan, ketimbang anda bekerja secara pribadi dan sibuk menonjolkan kemampuan diri sendiri.
Tenggang rasa
Saling menghormati dan toleransi tetap mutlak dibutuhkan dalam lingkungan kerja. Karena sikap ini merupakan penghargaan terhadap segala bentuk perbedaan termasuk kekuatan dan kelemahan. Sikap ini bukan hanya menumbuhkan sikap sportif dalam diri anda sendiri tetapi sekaligus menggerakkan orang lain untuk bersikap sportif juga.
Jujur
Jangan pernah merasa malu mengakui kesalahan diri sendiri. Jangan pernah sekalipun mencari penyebab kegagalan pada diri orang lain, lingkungan, atau faktor eksternal lainnya. Jika anda mengalami kegagalan mulailah mencari penyebabnya dari dalam diri sendiri. Kemudian berusahalah untuk memperbaiki kegagalan tersebut.
Tulus
Jangan pernah merasa iri dengan kesuksesan orang lain. Anda harus bisa menerima keberhasilan orang lain sebagai cambuk untuk lebih maju. Bahkan sebaliknya, berikan pujian pada rekan yang sukses. Berikan pujian dengan tulus dan wajar. Jangan melontarkan pujian hanya sebagai topeng pergaulan di balik sikap iri hati anda.
Perlu anda catat, kemenangan yang anda raih akan lebih indah bila anda mampu meraihnya secara sportif. Lagipula dengan sikap sportif anda siap menerima kemenangan tanpa sikap sombong. Sebaliknya seandainya gagalpun anda bisa menerimanya dengan lapang dada tanpa rasa iri dan frustasi.

Menerima kegagalan tanpa sakit hati

Menerima kekalahan dan kegagalan diri sendiri memang tidak mudah. Umumnya, kekalahan dihadapi dengan sikap down, stres, bahkan depresi. Padahal sikap tersebut justru akan memperburuk kegagalan. Pada dasarnya kesulitan menerima kegagalan adalah karena kita juga sulit mengakui kesuksesan orang lain. Ada perasaan 'kecut' ketika mendengar kemenangan orang lain. Sehingga, kondisi ini akan semakin membuat mental anda 'down'.

Lalu bagaimana dengan anda sendiri? Bisakah anda menerima kegagalan tanpa rasa sakit hati dan putus asa? Daripada terus meratapi kegagalan, lebih baik anda belajar berbesar hati dalam menerima kekalahan. Caranya? Coba ikuti saran di bawah ini:

Menerima kenyataan

Jangan terjebak pada perasaan marah dan kesal mendengar keberhasilan orang lain. Anda harus menyadari bahwa sikap demikian hanya karena anda tidak bisa menerima kenyataan bahwa orang lain lebih baik dari anda. Lebih baik pelajari penyebab kegagalan anda kemudian berusahalah untuk memperbaikinya

Berpikir positif

Walaupun anda sedang mengalami kekalahan, cobalah untuk berpikir jernih. Pikiran negatif dan prasangka buruk terhadap orang lain akan menyerap energi dan ini sangat melelahkan fisik serta mental anda. Dengan pikiran yang lebih jernih, langkah anda terasa lebih ringan untuk 'menebus' kekalahan.

Cari masukan

Cobalah untuk menilai kelemahan diri sendiri. Kemudian mintalah masukan dari rekan-rekan yang biasa bekerjasama dengan anda. Kalau perlu minta juga pendapat dan masukan dari bos tentang kinerja anda selama ini. Jika masukan tersebut baik bagi perkembangan diri anda tentu anda bisa mempraktekkannya kan?

Perbaiki aspek negatif

Sadarilah hal-hal negatif yang menghambat karir anda. Jika anda sudah menyadarinya maka perbaikilah atau tekan seminimal mungkin aspek negatif tersebut. Sebaliknya, kembangkan dan tingkatkan terus aspek positif pada diri anda.

Hargai orang lain

Menghargai orang lain dengan segala kelebihan dan kekurangannya sebenarnya juga merupakan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Dengan demikian akan tumbuh sikap positif dimana anda bisa lebih memahami kelebihan orang lain dan menerima kekalahan diri sendiri.

Jangan lupa gagal bukan berarti 'kiamat'. Kegagalan hanyalah sebuah proses untuk mencapai kesuksesan. Asal anda berusaha keras untuk mencapai kesuksesan yang anda idamkan, kegagalan nggak akan mampir dalam hidup anda.

Dinamika interaktif yang ricuh di DPR

Iklim demokratis yang terbangun dalam dekade ini, memang membuka peluang terjadinya perbedaan pendapat.

Begitu kita menapakkan langkah awal kita pada asas demokratis, maka serta-merta kita pun harus membuka peluang bagi orang lain untuk punya pendapat berbeda dengan pendapat kita.

Dengan demikian, dapat dipahami bila kericuhan di DPR terjadi karena interaksi yang terjalin antarpeserta sidang paripurna dengan ketua sidang didominasi oleh "Berita tentang kamu". Artinya, ketua sidang dimaki, dicerca dan dilecehkan, dituding-tuding, lalu berkembang dengan terjadinya aksi dorong-mendorong. Sedang ketukan palu untuk dua opsi pilihan telah memancing kemarahan sebagian anggota sidang (Kompas, 17/3).

Marah, kesal, jengkel, gregetan merupakan hal yang biasa dialami setiap manusia. Adalah biasa pula bila kemarahan akan mendorong seseorang bangkit dari tempat duduk. Namun, apakah bangkit dari tempat duduk dengan meloncati meja, naik meja, dan melempar papan nama, tepat dilakukan dalam lingkup sidang paripuna terhormat ini?

Apa lacur, kekhawatiran terhadap keselamatan fisik ketua sidang jugalah yang membuat anggota lain berinisiatif melindungi keselamatan ketua sidang. Walaupun bisa saja cara ketua sidang mengkomunikasikan opsi pilihan pada awal sidang menyulut anggota memberikan reaksi emosi negatif secara agresif tersebut.

Serta-merta terbangunlah iklim interaktif yang rentan terhadap kemungkinan terjadinya tawuran dalam lingkup lembaga terhormat. Padahal, bila ketua dan para anggota sidang memiliki keterampilan berinteraksi secara asertif, maka kemarahan, kejengkelan, ketidakpuasan oleh perbedaan pendapat dalam iklim demokrasi, dapat tersalurkan tanpa berkembang menjadi kericuhan yang tidak diinginkan setiap insan bangsa.

Apalagi terjadi dalam lembaga terhormat, yang seyogianya menjadi panutan kebersamaan dalam persatuan demi terbangunnya keutuhan bangsa. Saya amat sangat merindukan ketenteraman, kerukunan, kebersamaan dalam iklim demokratis yang manis dalam upaya membangun serta menjalin keutuhan bangsa dan negara. Saya rasa keinginan tersebut mewakili keinginan mayoritas rakyat Indonesia.

"Berita tentang aku" vs "Berita tentang kamu"

Timbul pertanyaan, bagaimana cara praktis untuk dapat mengekspresikan emosi negatif dengan asertif?

Ekspresi asertif pada umumnya mengandung unsur yang dapat kita katakan sebagai "berita tentang aku", seperti saya sebal, saya kesal, saya marah. Dalam "berita tentang aku" terkandung makna bahwa saya mempunyai perasaan dan perasaan saya adalah tanggung jawab saya.

Sebaliknya ekspresi agresif selalu mengandung unsur "berita tentang kamu", karena seseorang diserang atau diberi sebutan yang bermakna negatif. "Kamu seharusnya tidak melakukan hal itu atau kamu orang jahat, atau kamu bloon". Apabila kemarahan sudah memuncak, biasanya seseorang akan lebih sering menggunakan komunikasi yang didominasi oleh "berita tentang kamu".

Sementara itu komunikasi asertif tidak sama dengan komunikasi agresif, karena dalam asertif terjadi suatu ungkapan yang langsung, jujur, dan secara spontan mengekspresikan segala macam perasaan yang ada, namun dengan cara tertentu yang membuat lawan bicara tidak akan terpancing untuk memberikan respons yang emosional pula.

Oleh karena seorang yang asertif tidak akan pernah menyertakan "berita tentang kamu". Jadi tidak ada yang merasa disalahkan dan dicerca oleh keberadaan emosi negatif secara agresif, dari apa yang dirasakan oleh lawan bicaranya tersebut.

Mengungkap perasaan negatif dengan cara asertif

Dampak sosialpsikologiknya pun bisa dibayangkan. Motif apa pun yang melatarbelakangi terjadinya kericuhan tersebut, namun keberadaan kondisi emosi negatif beberapa anggota DPR tidak dapat dipungkiri, seperti kejengkelan, kemarahan, dan ketidakpuasan oleh kebutuhan didengar pendapatnya, atau merasa diperlakukan secara kurang proporsional yang terungkap dengan cara nonasertif.

Kemarahan, kejengkelan, perasaan tidak didengar dan perasaan terusik yang diungkap dengan cara nonasertif tersebut tentu saja kurang efektif. Apalagi bila kemudian diikuti oleh saling dorong dan nyaris terjadi baku hantam.

Pasif, agresif, asertif

Untuk mengatasi perasaan negatif terdapat tiga pilihan penting sebagai berikut :

Pertama, kita bisa menghambat ekspresi dari perasaan negatif dengan tidak mengatakan apa pun, atau menggerutu dalam hati yang sama sekali tidak dipahami orang lain (berarti kita pasif).

Kedua, kita dapat menyerang lawan bicara kita dengan kata-kata keras, kasar atau bahkan melecehkan, merendahkan, menyalah-nyalahkan orang yang kita ajak bicara (berarti kita agresif).

Ketiga, kita akan langsung mengungkapkan perasaan negatif secara spontan dan sesuai dengan kondisi yang kita rasakan, tanpa menyalahkan orang yang kita ajak bicara (berarti kita asertif).

Thomas Harris menyatakan, dalam interaksi dengan orang lain, pengaruh masa kecil tidak dapat diabaikan, sehingga ada kerangka kerja interaktif masa kecil yang melandasi ketiga pilihan tersebut di atas.

Maka kemudian terbentuk pola interaktif sebagai berikut:

I’m not OK-You’re OK. Saya akan berhati-hati dalam mengungkapkan apa pun terhadap perilakumu, karena saya harus yakin bahwa apa yang saya katakan tidak akan mengganggu perasaanmu dan membuatmu jengkel dan marah. Saya merasa yakin tidak akan menyerang kamu, dan membuat kamu merasa tidak nyaman. Disini kita bersikap pasif.

I’m OK-You’re not OK. Cara ini membuat kita merasa lebih baik, dan orang lain kurang baik, sehingga orang lain tersebut patut mendapat luapan kemarahan dan cercaan dari kita. Dalam hal ini kita bersikap agresif dan menyerang, sehingga akan membuat orang lain merasa tidak nyaman oleh serangan kita. Disini kita bersikap agresif.

I’m OK-You’re OK. Kita dengan bebas meluapkan perasaan apa pun yang kita rasakan, dan kita sendirilah yang bertanggung jawab terhadap perasaan kita. Kita tidak akan membiarkan orang lain mengambil manfaat dari kondisi kita, tetapi orang lain pun memiliki kebebasan untuk mengungkap apa yang dirasakan. Kita tidak akan menyerang orang lain, bahkan akan menerima kehadiran orang lain dengan sikap terbuka. Ini adalah cara pengungkapan perasaan secara asertif.

Jadi, dengan cara asertif maka kedua belah pihak yang berkomunikasi merasa nyaman, tidak ada yang merasa disakiti hatinya dan tidak ada pula yang merasa ingin menyakiti lawan bicaranya. Namun dapat tercipta saling pengertian yang memudahkan pengambilan keputusan dan dirasakan adil bagi semua pihak.

Tips Menghadapi Masalah

Pusing karena banyak masalah itu wajar. Karena setiap manusia hidup tak terlepas dari beban masalah, baik yang ringan sampai yang berat. Apalagi anda yang selalu disibukkan dengan pekerjaan dari hari ke hari. Tetapi seberat-beratnya masalah tentu ada jalan keluarnya. Tau nggak? Pada dasarnya kunci pemecahan setiap masalah tergantung pada diri sendiri bukan semata-mata pada masalahnya.

Biasanya setiap masalah datang, orang sibuk mengumpat, memaki-maki dan menyesali kenapa masalah itu menimpa. Padahal daripada sibuk memaki, lebih baik anda menyusun kekuatan untuk mengelola masalah tersebut. So, anda yang tengah stres menghadapi masalah coba simak tips singkat menghadapi masalah ala Robert H. Sculler dalam bukunya yang berjudul Tough Times Never Last, but Tough People Do:

Hadapi setiap masalah yang datang

Jangan belagak cuek jika ada masalah, tetapi juga jangan bersikap panik. Sudah selayaknya anda peduli pada masalah yang menimpa anda, sekecil apapun masalah itu. Asal tau aja, banyak masalah kecil yang potensial menjadi masalah besar dan siap meledak jika anda tidak berusaha mengelola masalah itu secara efektif. Kalau didiamkan terus akibatnya anda bisa stres luar biasa.

Jangan mendramatisir masalah

Mendramatisir masalah bukanlah hal yang manjur untuk memperbaiki keadaan. Stop mengeluhkan masalah anda kesana kemari. Dan jangan melebih-lebihkan masalah. Karena mendramatisir masalah hanya akan menambah beban masalah. Jernihkan pikiran anda dan tempatkan masalah pada sudut pandang yang objektif.

Jangan kelewat santai

Melupakan masalah sejenak boleh aja. Selama ini banyak orang yang melarikan diri dari masalah dengan mencoba melakukan kegiatan yang menghibur. Tetapi jangan terlalu lama. Jika pikiran anda sudah tenang cobalah untuk memikirkan jalan keluar dari masalah anda. Karena masalah yang terlalu lama diendapkan akan semakin sulit diselesaikan. Lagipula semakin lama melupakan masalah, semakin banyak masalah baru bermunculan.

Jangan emosi

Wajar sih kalo anda kalut dan emosi saat menghadapi masalah. Tapi usahakan agar emosi anda jangan sampai mengacaukan pikiran jernih anda. Biasanya kondisi yang emosionil akan menuntun anda pada tindakan yang destruktif. Maka hati-hati, saat anda emosi jangan coba-coba mengambil keputusan. Lebih baik anda cooling down dulu. Kemudian saat pikiran anda sudah tenang mulailah untuk memikirkan masalah itu dengan lebih seksama.

Pakai strategi

Jangan cuma sibuk mengharapkan bantuan orang lain untuk memecahkan masalah anda. Cobalah atur strategi untuk memecahkan masalah. Boleh saja anda minta bantuan orang lain tetapi jangan berharap bahwa ia yang akan menyelesaikannya. Semua ada di tangan anda. So, anda harus mengatur strategi dan rencana untuk mengatasi masalah anda.

Selanjutnya, semua tergantung sejauhmana usaha anda untuk menyelesaikannya. Ingat, orang yang selalu lari dari masalah adalah orang-orang pengecut yang sama sekali tidak memiliki keberanian menghadapi masa depan. Dan anda yang tidak berani menatap dan menghadapi masa depan tidak akan pernah meraih sukses.

Kesalahan dalam negosiasi gaji

Ngaku aja deh, pasti salah satu motivasi anda bekerja adalah uang kan? Gini hari, mustahil ada yang mau bekerja tanpa mau dibayar dengan uang. Makanya saat negosiasi gaji, merupakan saat yang paling menentukan untuk memperoleh gaji yang anda harapkan. Untuk itu anda harus pandai-pandai bernegosiasi agar anda puas. Karena negosiasi yang salah hanya akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari. Di bawah ini adalah kesalahan negosiasi gaji yang harus anda hindari:

Meminta sejumlah gaji tanpa mengetahui standar gaji perusahaan. Ini adalah kesalahan fatal yang anda lakukan. Maka sebelum anda menyebutkan sejumlah angka, selidiki dulu berapa standar gaji di perusahaan tersebut. Dikhawatirkan jika tidak mengetahuinya, anda bisa saja menyebutkan angka jauh di bawah standar perusahaan, sehingga anda akan menyesal karena ternyata dibanding rekan yang lain gaji anda justru paling kecil. Sedangkan jika anda menetapkan jauh di atas standar perusahaan, dikhawatirkan perusahaan tidak dapat memenuhi tuntutan anda dan akhirnya malah tidak menerima anda sebagai karyawan.

Tidak mengetahui berapa nilai anda sebenarnya. Asal menentukan gaji tanpa mengetahi bagaimana kualitas anda sesungguhnya juga merupakan kesalahan besar. Kalau kualitas anda biasa-biasa saja tetapi anda menetapkan gaji yang besar tentu tidak comparable. Sebaliknya jika kualitas anda bagus juga tidak comparable jika anda menetapkan gaji yang rendah. So, agar anda nggak 'kejeblos', ketahuilah kualitas dan kemampuan anda barulah anda menentukan harga yang sesuai dengan kualitas anda.

Menampilkan image yang tidak setaraf dengan gaji yang digesosiasikan. Maksudnya, anda menentukan sejumlah angka yang cukup besar tetapi anda tidak menampilkan sosok yang cerdas dan profesional. Penampilan yang seadanya serta pembicaraan yang tidak berbobot tentu meragukan pihak pemberi kerja untuk memberi gaji yang besar pada anda.

Mengira pihak pemberi kerja adalah pengambil keputusan dalam negosiasi gaji. Padahal keputusan jumlah gaji adalah kesepakatan kedua belah pihak. Jangan menyerahkan keputusan sepenuhnya pada pihak perusahaan. Namanya juga negosiasi, anda juga ikut andil dalam pengambilan keputusan.

Menegosiasikan gaji lewat telpon. Ini juga suatu kebodohan yang telah anda lakukan. Selain tidak profesional, menegosiasikan gaji lewat telpon juga berkesan sangat tidak sopan. Bisa jadi kesepakatan yang anda ambil tidak memuaskan, karena keputusan diambil tidak secara face to face.

Nah anda yang dalam waktu dekat ini ingin negosiasi gaji dengan perusahaan tertentu, hati-hati aja jangan sampai anda melakukan kesalahan tersebut. Sehingga anda dan juga perusahaan sama-sama puas. Goodluck!

Keahlian seorang motivator

Apakah anda termasuk orang yang ahli berbicara, mendengarkan, dan mampu menyemangati orang lain? Kalau ya, berarti anda berpotensi menjadi 'motivator'. Di dalam organisasi perusahaan selalu dibutuhkan motivator atau penggerak untuk meraih kesuksesan. Dan patut anda garisbawahi, motivator tidak selalu duduk di puncak pimpinan. Dia bisa saja duduk di level karyawan, supervisor, atau manajer.

Tetapi tentu saja motivator yang handal bisa menjadi pemimpin yang berhasil pula. Motivator adalah orang-orang yang mampu membuat segalanya menjadi kenyataan. Mereka mampu menggerakkan orang lain untuk bertindak dan tahu kapan saatnya menggunakan tekanan dan kapan saatnya tidak. Berikut ini merupakan beberapa keahlian yang dimiliki seorang motivator handal, menurut John Brinkerhoff dalam bukunya How to Get Along and Get Ahead:

Mampu berpikir jernih

Seorang motivator mampu membedakan antara fakta, perkiraan, khayalan, atau fiksi. Motivator juga mampu berpikir secara obyektif dengan emosi yang selalu terkendali. Motivator yang terlatih mengetahui apa yang ingin diselesaikan dan sanggup menjaga tujuan dengan motif yang jelas.

Mudah dipahami orang lain

Motivator selalu bicara dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pendengarnya. Saat menyampaikan gagasannya, kata-kata, intonasi dan bahasa tubuhnya terpadu dalam harmoni yang serasi. Sehingga mereka tidak pernah terperangkap dalam hambatan komunikasi. Karena memang, seorang motivator selalu berusaha keras menyampaikan pesan-pesannya secara langsung dan sekomprehensif mungkin.

Mampu menjadi pendengar yang baik

Seorang motivator mampu mendengarkan reaksi-reaksi yang muncul setelah ia mengungkapkan pesannya. Ia mampu memperhatikan segala tanda dan isyarat sehubungan dengan gagasan-gagasannya. Dan ia juga mampu menterjemahkan bahasa isyarat tersebut ke dalam kondisi yang sebenarnya. Ia dapat memperhatikan secara detil dan memahami apa yang orang lain katakan.

Terlatih dalam berbicara

Pembicaraan merupakan format memotivasi yang paling efektif. Karena itu seorang motivator yang berpengalaman sangat menyadari perbedaan antara diskusi, menggurui atau berkhotbah. Sehingga ia mampu membuat pendengarnya lebih komunikatif dan merasa nyaman.

Pada dasarnya, motivator yang ulung bukan cuma pandai berbicara dan mendengarkan tetapi juga secara konsisten mampu memotivasi serta mampu membangkitkan semangat dan gairah orang lain. So, jika anda memiliki jiwa motivator nggak ada salahnya anda pupuk terus terus, keahlian ini. Sehingga saat anda menjadi pemimpin kelak, anda nggak akan kesulitan memotivasi anak buah

Menjadi profesional sejati

Selama ini banyak yang mengklaim dirinya profesional. Seorang karyawan yang rajin bekerja dengan kedudukan yang bagus sudah menganggap dirinya profesional. Padahal untuk menjadi profesional, seseorang tidak cukup hanya dengan rajin dan memiliki kedudukan yang bagus. Lalu gimana dong supaya bisa profesional?

Memang, untuk menjadi profesional bukanlah hal yang mudah. Untuk mencapainya anda perlu bekerja lebih keras lagi. Bukan itu saja, seorang profesional harus memenuhi beberapa kriteria, baik teknis maupun non teknis seperti persyaratan watak dan karakter. Berikut ini adalah syarat-syarat untuk menjadi seorang profesional:

Mampu bekerja keras

Bagaimana anda bisa dikatakan profesional jika anda tidak terbiasa bekerja keras? Seorang profesional senantiasa mampu bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaannya. Seorang profesional juga mempunyai daya juang yang tinggi dan tidak mudah menyerah jika menghadapi kesulitan. Kalau anda selalu ogah-ogahan dan malas tentu anda bukanlah seorang profesional.

Bisa bekerjasama

Selain mampu bekerja secara mandiri, seorang profesional juga mampu bekerjasama untuk mencapai tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Karena seberapapun hebatnya seorang profesional, ia tetap tidak bisa mengandalkan kekuatannya sendiri. Anda tetap membutuhkan kehadiran orang lain untuk mencapai visi dan misi perusahaan.

Menguasai pekerjaan

Anda layak dikatakan profesional bila menguasai dengan baik pekerjaan anda. Maksudnya, anda tahu secara pasti bagaimana menyelesaikan pekerjaan, seberapapun sulitnya. Anda juga tahu bagaimana mengatasi setiap persoalan. Dan anda memang benar-benar mengerti apa yang anda kerjakan. Intinya, seorang profesional adalah seorang problem solver atau pemecah masalah bukan trouble maker atau pencipta masalah.

Memiliki loyalitas

Dalam bekerja, seorang profesional harus memiliki loyalitas yang tinggi. Artinya anda akan bekerja secara total dan tidak setengah-setengah. Dengan loyalitas, anda tidak akan merasa terbebani dengan pekerjaan anda. Dengan loyalitas pula anda akan semakin mencintai pekerjaan anda.

Komitmen

Anda juga tidak bisa dikatakan profesional jika tidak memiliki komitmen terhadap pekerjaan. Semakin tinggi komitmen anda terhadap pekerjaan, maka semakin tinggi pula profesionalisme anda. Karena dengan komitmen, anda akan menjalani pekerjaan dengan penuh rasa tanggung jawab. Sehingga, seberapapun beratnya pekerjaan anda, anda akan menjalaninya dengan penuh suka cita.

Integritas yang tinggi

Seorang profesional tidak akan melakukan hal-hal yang dapat menodai profesionalismenya. Dalam bekerja, anda senantiasa dilandasi oleh nilai-nilai kejujuran dan moral positif. Untuk itulah, seorang profesional harus memiliki integritas yang tinggi. Dengan integritas, anda tidak akan tergoda untuk melakukan sesuatu yang dapat merusak moral dan nama baik anda. Karena memang, untuk menjadi profesional, seseorang tidak cukup hanya dengan ahli dan pandai dalam pekerjaan saja, tetapi juga harus didukung oleh moral dan akhlak yang positif.

Motivasi yang tinggi

Tanpa motivasi sulit rasanya bagi anda untuk mencapai tujuan. Dengan motivasi, akan membantu anda mencapai tujuan, harapan, dan cita-cita anda. Andapun akan lebih bersemangat dalam bekerja dan berkarya. Ingat, seorang profesional mampu menjadi motivator bagi dirinya sendiri. Sehingga anda tidak akan 'down' dan suntuk jika menghadapi situasi yang sulit. Anda mampu membangkitkan gairah dan semangat anda sendiri, di saat yang lain sudah nyaris kehilangan gairah kerja. Makanya nggak jarang, seorang profesional juga bisa menjadi motivator bagi yang lain.

Strategi menjawab pertanyaan wawancara

Bosan dan tidak puas dengan pekerjaan sekarang? Kalau anda merasa yakin bisa memperoleh kesempatan kerja yang lebih baik, nggak ada salahnya loh anda mencoba 'hijrah' ke perusahaan lain. Dan, jika anda sudah menyebarkan lamaran, siap-siap aja dipanggil untuk wawancara!

Memenuhi panggilan wawancara, berarti anda harus siap menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar wawancara. Walaupun wawancara kerja bukan peristiwa mendebarkan lagi dalam hidup anda, tetapi dalam menjawab pertanyaan seputar wawancara anda tetap perlu berhati-hati. Apalagi mengingat status anda yang masih terikat di suatu perusahaan. Nah, di bawah ini adalah enam pertanyaan umum yang biasa diajukan dalam wawancara beserta petunjuk jawabannya.

Apa yang menyebabkan anda tertarik pada pekerjaan baru ini?

Jika anda dihadapkan pada pertanyaan seperti ini, dalam menjawabnya anda harus menunjukkan bahwa anda mengenal perusahaan ini dengan baik. Dan katakan bahwa anda membutuhkan tantangan seperti yang ada di perusahaan ini. Jangan lupa untuk meyakinkan pewawancara bahwa anda akan memberikan kontribusi yang berarti pada perusahaan jika kelak diterima.

Seberapa jauh anda mengenal perusahaan ini?

Dalam menjawabnya, jabarkan pengetahuan anda tentang perusahaan, seperti tahun didirikan, produk dan jasa yang dihasilkan, prestasi dan reputasi perusahaan. Tetapi tentu saja nggak perlu melebih-lebihkan penjelasan anda. Jangan sampai anda memberikan penjelasan yang salah sehingga anda terkesan sok tahu tentang perusahaan.

Mengapa anda ingin meninggalkan pekerjaan anda yang sekarang?

Ingat, dalam menjawab pertanyaan ini jangan sekalipun anda mengkritik dan menjelek-jelekkan tempat kerja anda sekarang. Cobalah berikan alasan yang netral misalnya ada restrukturisasi baru di perusahaan atau divisi anda mengalami penurunan produktifitas, dll.

Apa kelemahan dan kekuatan anda?

Dalam menjawabnya, usahakan untuk menekankan kekuatan anda sesuai dengan uraian pekerjaan yang ditawarkan. Termasuk keahlian, ketrampilan dan karakter positif yang mendukung pekerjaan anda, seperti tekun, percaya diri, mandiri, mudah beradaptasi, dll. Kemudian samarkan kelemahan anda dengan mengungkapkannya secara positif. Misalnya "Kalau bekerja saya suka lupa waktu".

Bagaimana anda menggambarkan diri anda 1 tahun mendatang?

Gambarkanlah bahwa anda sangat bersemangat dalam meniti karir di perusahaan ini. Dan katakan bahwa anda akan terus memberi kontribusi bagi kemajuan perusahaan. Bahkan bukan tak mungkin kalau suatu saat nanti anda akan menjadi seseorang yang cukup diperhitungkan dalam perusahaan ini.

Kontribusi seperti apa yang akan anda berikan pada perusahaan ini

Katakan bahwa anda akan bekerja keras dengan mengerahkan segala kemampuan, keahlian, ketrampian dan kreativitas yang anda miliki pada perusahaan. Agar lebih meyakinkan, jelaskan apa saja yang telah anda capai di perusahaan anda saat ini berikut prestasi-prestasi yang telah anda raih. Tunjukkanlah bahwa anda memang sangat berharga dan perusahaan manapun tidak akan menyesal telah mengajak anda bergabung.

Kesimpulannya, anda harus menampilkan kualitas diri anda secara positif. Dan buatlah kesan yang sangat menarik bagi si pewawancara. Sehingga mereka akan berpikir seribu kali menolak anda. Dan jika anda diterima, siap-siap aja mengajukan pengunduran diri pada perusahaan anda sekarang. Toh sah-sah aja kan menjemput kesempatan yang lebih menjanjikan?

Hal penting setelah diterima kerja

Siapa sih yang nggak senang diterima bekerja di suatu perusahaan? Setelah mencari dan lelah melamar kerja kesana kemari, mendengar pernyataan “Anda diterima!”, wah rasanya seperti berada di langit ketujuh. Pokoknya seneng banget deh. Eh tapi jangan asal seneng aja loh. Setelah dinyatakan diterima, ada beberapa hal yang perlu anda ketahui dan tanyakan. Coba deh simak dibawah ini:

Nama atau jabatan dan divisi tempat anda bekerja

Ini penting untuk memperjelas identitas anda di perusahaan tersebut. Sehingga anda tidak seperti anak bawang yang tidak jelas apa tugas dan jabatannya. Lagipula mengetahui jabatan dan divisi, juga untuk memperjelas job description anda. Sehingga anda nggak perlu kebingungan apa yang akan anda kerjakan setiap hari.

Tanggal mulai bekerja

Begitu anda dinyatakan diterima, segera tanyakan kapan anda bisa segera mulai bekerja. Jangan sampai anda panik, diterima tetapi tidak jelas kapan mulai bekerja. Karena ada juga perusahaan yang telah menerima seorang karyawan baru, tetapi karyawan tersebut baru bisa masuk tiga bulan kemudian.

Gaji bersih

Ini juga nggak kalah penting. Bagaimana anda bisa bekerja dengan tenang jika anda nggak tau persis berapa penghasilan anda di perusahaan tersebut dalam perbulannya. Kalau pihak perusahaan tidak menginformasikan jumlah nominal gaji, jangan ragu untuk menanyakannya. Nggak perlu malu, karena ini adalah salah satu hak karyawan.

Jam kerja

Tanyakan dengan pasti jam berapa karyawan biasa mulai bekerja dan sampai pukul berapa jam kerja berakhir. Karena tiap perusahaan memiliki kebijaksanaan jam kerja yang berbeda. Jangan sampai anda memberlakukan sama jam kerja di perusahaan baru dengan di tempat kerja anda yang lama.

Masa percobaan

Umumnya, untuk karyawan baru perusahaan memberlakukan masa percobaan. Tanyakan berapa lama masa percobaan tersebut, apakah tiga bulan, enam bulan atau setahun? Dan tanyakan juga jika masa percobaan selesai, apakah anda langsung diangkat jadi karyawan tetap atau kontrak? Ingat, banyak perusahaan yang menetapkan sistem pengangkatan karyawan dengan cara yang berbelit. Agar anda nggak bingung, dapatkan informasi ini dengan jelas.

Jika anda telah mengetahui semua yang berhubungan dengan pekerjaan baru anda, berikut segala macam peraturan di perusahaan, anda dapat bekerja dengan lebih enjoy tanpa perlu merasa gelisah karena dihinggapi pertanyaan-pertanyaan yang belum ketauan jawabannya.

Satu lagi yang penting, sebagai karyawan baru pandai-pandailah membawa diri. Bekerja dengan penuh tanggung jawab dan membangun hubungan sosial dengan rekan sekerja adalah hal mutlak yang harus anda lakukan sebagai pendatang baru.

Strategi memimpin tim kerja

Menjadi pemimpin sebuah tim kerja bukanlah hal yang mudah. Anda dituntut untuk menggiring tim anda menggapai sukses. Untuk bisa mencapai sukses bersama tim, anda harus membina hubungan yang solid dengan anak buah. Sebagai pemimpin, anda harus mengenal karakter masing-masing anak buah. Agar sukses tim bisa diraih, pelajari strategi penting memimpin sebuah tim berikut ini:

Berikan instruksi dengan jelas

Terangkan tugas dan pekerjaan pada masing-masing personil sejelas-jelasnya. Jangan sampai mereka mengerjakan tugas dengan ketidaktahuan. Untuk itu, berikan kesempatan bertanya jika mereka merasa ada sesuatu yang belum jelas. Dalam hal ini anda bertanggung jawab penuh terhadap kinerja mereka. Karena jika sejak awalnya sudah tidak jelas, bagaimana mereka bisa bekerja dengan baik? So, dalam hal ini anda juga harus menjelaskan hasil yang hendak dicapai, tenggang waktu (deadline), dll.

Buat rencana kerja

Buatlah rencana kerja secara tertulis dan distribusikan kepada mereka. Dengan berbekal pedoman dari anda, secara tak langsung anda membantu mereka mengerjakan sesuai skala prioritas sekaligus mempermudah anda memonitor pekerjaan mereka.

Jangan hambat komunikasi

Sebisa mungkin sediakan waktu bagi anak buah jika mereka menuntut penjelasan lebih rinci. Begitu juga dengan ketidakpuasan mereka. Jika mereka memberi masukan, kritik, ide, atau gagasan dengarkan dan pertimbangkan. Kalau sekiranya baik bagi kemajuan divisi anda, apa salahnya dijalankan, tentu setelah dibicarakan dengan seluruh personil.

Ekspresikan perasaan anda secara tepat

Jangan ragu untuk memuji mereka jika hasil kerja mereka memang bagus. Ingat, pujian bisa menyuntikkan energi bagi mereka untuk bekerja lebih baik. Pujian ini bisa anda sampaikan secara terbuka maupun pribadi. Anda juga bisa mengucapkan terima kasih jika anda puas dengan hasil kerja mereka. Tetapi, sebaliknya jika ingin menyampaikan kritik, lakukan secara privat, misalnya di ruang tertutup. Maksudnya untuk menghindari perasaan tidak enak dan menghindari hal-hal yang tidak etis.

Beri contoh

Anak buah akan lebih menghargai anda jika anda bisa melakukan apa yang anda perintahkan. Sehingga anda bukan sekedar bisa memerintah atau omdo (omong doang) tetapi bisa memberikan bukti nyata. Dengan demikian, secara otomatis mereka akan berusaha lebih baik pula.

Jangan lupa, jika tim anda sukses berarti anda telah sukses memimpin sebuah tim. Dan sukses tim merupakan kebanggan bersama, bukan perorangan atau individu. Dan untuk selanjutnya anda bisa dong memelihara sukses sebuah tim?

Mengenal Behavioral Event Interview

Dalam proses rekruitment karyawan, belakangan ini dikenal istilah Behavioral Event Interview. Istilah ini merupakan pengembangan teknik wawancara kandidat yang ditemukan oleh David McClelland, pengarang buku Competence at Work sekaligus guru besar di Harvard University. Sebenarnya apa sih yang disebut dengan Behavioral event Interview (BEI)?

Teknik ini merupakan wawancara yang lebih terfokus pada proses penggalian yang lebih dalam tentang kompetensi/karakter seseorang agar berhasil dalam melakukan pekerjaan di suatu jabatan tertentu. Proses ini biasanya memakan waktu antara satu setengah jam sampai tiga jam dan dibagi dalam tiga tahapan, sebagai berikut:

Introduksi

Pada tahap ini, anda sebagai pewawancara harus menjelaskan tujuan dari proses wawancara di organisasi anda. Kemudian anda bisa melanjutkannya dengan mengajukan serangkaian pertanyaan wawancara pada kandidat. Untuk mencatat hasil wawancara secara detail, disarankan untuk merekam wawancara ini. Tetapi sebelum memulai wawancara, anda harus meminta persetujuan terlebih dulu untuk merekam wawancara tersebut kepada kandidat yang bersangkutan. Dan yakinkan padanya bahwa hasil rekaman ini akan diperlakukan secara confidential, dalam arti tidak akan disebarluaskan ke pihak manapun yang tidak berkepentingan.

Tugas dan tanggung jawab

Pada proses ini kandidat harus menceritakan tentang jabatan, tugas dan tanggung jawabnya di organisasi terakhir kandidat bekerja. Kemudian klarifikasi setiap tugas dan tanggung jawabnya dengan mengajukan beberapa pertanyaan berikut: Apa job description anda? Bagaimana anda mengerjakannya? Dengan siapa anda bekerja sama?Berapa lama anda menyelesaikan pekerjaan tersebut? dan seterusnya.

Behavioral event

Ini merupakan tahap terakhir dari BEI. Pada tahap ini kandidat diminta untuk mengingat dan menceritakan tiga peristiwa dimana kandidat merasa sukses atau telah berhasil melakukan sesuatu. Kemudian kandidat juga diminta untuk menceritakan tiga peristiwa dimana kandidat merasa gagal atau tidak berhasil dalam pekerjaan.

Untuk menggali lebih dalam setiap peristiwa yang dialami kandidat, anda dapat mengajukan pertanyaan sebagai berikut: Ceritakan kejadian tersebut dari awal!; Apa yang menyebabkan peristiwa tersebut terjadi?; Kapan terjadinya?; Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut?; Apa yang anda rasakan saat itu?; dan seterusnya. Dengan mengajukan pertanyaan ini anda akan mengetahui keberhasilan dan kegagalan yang pernah kandidat alami. Ini berarti akan memperjelas atau mengidentifikasi kompetensi yang dimiliki oleh kandidat.

Setelah proses wawancara berakhir, anda perlu meluangkan waktu selama beberapa jam untuk menganalisa, mengidentifikasi dan menyimpulkan kompetensi atau karakter yang dimiliki kandidat. Ingat, jangan sekalipun mengambil kesimpulan pada saat melakukan wawancara. Karena akan menyebabkan kesimpulan anda kurang objektif akibat kurang konsentrasi. Pada dasarnya kesimpulan hanya dapat dilakukan setelah wawancara selesai. Nah, dengan teknik BEI, diharapkan anda akan menemukan kandidat yang sesuai dan qualified.

Strategi mengelola rasa 'iri'

Iri tanda tak mampu! Seringkali orang mengungkapkan hal ini jika ada orang yang iri terhadap keberhasilan orang lain. Misalnya iri melihat rekan kerja yang dipromosikan menjadi supervisor, atau iri melihat teman yang ditugaskan keluar negeri. Nah, apakah anda pernah merasa iri dengan keberhasilan dan kesuksesan orang lain?

Sebenarnya cukup manusiawi kok, kalau anda punya perasaan iri melihat keberuntungan orang lain. Apalagi di tengah kondisi sosial yang penuh kesenjangan seperti saat ini. Lagipula, sebagai manusia normal andapun ingin mengecap keberuntungan seperti yang orang lain rasakan bukan? Tapi hati-hati loh, jangan sampai rasa iri itu menguasai pikiran anda. Kalau terus menerus terpuruk pada perasaan iri, keberuntungan justru akan semakin menjauh dari kehidupan anda. Nah, emang enak?!

Tapi sssst, ternyata rasa iri bisa juga menjadi pemicu motivasi anda untuk maju, dengan catatan anda bisa mengelola perasaan iri itu dengan baik. Menurut Northcote Parkinson penulis buku Getting Along Better With People, ada dua dampak sifat iri. Yang pertama rasa iri bisa membenamkan anda pada perasaan sesal, kecewa, stres, depresi bahkan frustasi. Yang kedua, rasa iri cenderung membangkitkan semangat anda untuk bersaing dengan orang-oang yang berhasil.

Dalam hal ini tentu saja dampak yang pertama nggak perlu dibahas. Karena sudah jelas dampak tersebut menyebabkan kemunduran diri sendiri. Dampak negatif ini akan membuat anda seperti 'pesakitan' yang kehilangan gairah dan semangat hidup. Bagaimana dengan dampak yang kedua? Kalau anda termasuk pengidap rasa iri yang yang positif, ada teknik untuk mengembangkan rasa iri anda untuk menuju sukses. Simak deh:

Kalau anda merasa iri dengan kesuksesan orang lain, baik itu di lingkungan kantor atau dimanapun, fokuskan rasa iri anda pada kelebihan-kelebihannya. Berpikirlah bahwa anda pun bisa memiliki kelebihan tersebut.

Jangan lama-lama memanjakan rasa iri anda. Bangkit dan tersenyumlah lalu akui bahwa orang lain yang membuat anda iri itu memang pantas sukses karena hal-hal positif yang dimilikinya, seperti kerja keras, penuh semangat, cerdas, dan sebagainya. Selanjutnya, atur strategi anda bisa menjadi kompetitor yang sehat.

Jangan sekalipun memupuk rasa iri menjadi 'kebencian'. Yakin deh, walau bagaimanapun anda akan merasa lebih nyaman bersaing dengan perasaan yang positif. Dan cobalah untuk positive thinking bahwa esok andapun akan berhasil seperti dia.

Bersahabatlah dengan orang-orang sukses di lingkungan anda. Asal tau aja, keberhasilan dan kesuksesan seseorang juga dipengaruhi dengan siapa anda bergaul. Kalau anda bergaul dengan orang-orang yang gagal, maka anda akan gagal. Sebaliknya, kalau anda bergaul dengan mereka yang berhasil, anda akan termotivasi untuk berhasil.

Selanjutnya, carilah jalan yang paling rasional untuk mencapai kesuksesan. Jangan pernah sekalipun berpikir untuk meraih sukses dengan jalan pintas. Percaya deh, jika anda bisa mengelola rasa iri dengan positif, rasa iri anda akan berbuah kesuksesan. Nah, kalau anda iri dengan manajer anda, siapa tau besok giliran anda yang jadi manajer. Karena anda sudah mengelola rasa iri anda dengan baik. So, let's do it..!

Tetap kompak dengan bos sulit

Punya bos berkarakter sulit? Pasti nggak ada satupun yang mau...! Bahkan mungkin membayangkan saja anda ogah. Tapi siapa juga yang bisa menghindar jika ternyata anda ditakdirkan punya bos yang sulit. Misalnya, punya bos yang otoriter, diktaktor, atau yang terlalu cuek. Tapi jika anda tergolong punya bos yang bermasalah, jangan down dulu dong. Sesulit apapun karakter bos anda, masih ada cara kok untuk menyiasatinya. Ikuti beberapa tips untuk menghadapinya berikut ini:

- Jangan pernah mencoba untuk merubah perilaku bos anda. Karena percuma saja, anda nggak akan berhasil. Biar bagaimanapun ia tetaplah seorang bos yang memimpin anda dan anak-anak buahnya. Lebih baik andalah yang menyesuaikan diri dengan karakter bos anda. Pelajari dengan seksama perilaku bos anda sehari-hari. Kemudian cari celah mengambil hati bos anda berdasarkan kebiasaannya.

- Jangan beranggapan bahwa anda tahu secara pasti tujuan-tujuan bos. Pastikan hal-hal apa saja yang ingin dicapai oleh atasan anda, jika perlu tanyakan langsung untuk mengklarifikasi tujuan tersebut. Sehingga anda bisa lebih konsisten mencapainya.

- Pastikan bahwa tujuan dan prioritas bos sejalan dengan pikiran anda. Dengan demikian, anda bisa saja menjadi team work yang kompak dengan bos. Dan jika terjadi clash atau perbedaan pandangan dengan bos, bicarakan secara terbuka. Ingat, bos-bos dengan karakter sulit umumnya lebih suka membicarakan masalah secara terbuka dan tuntas, daripada mendengar keluhan di belakangnya.

- Jangan ragu-ragu untuk mengungkapkan gagasan dan saran pada bos, jika anda yakin ide anda cukup bernilai. Cari timing yang tepat kapan dan dimana anda dapat menyampaikannya pada bos. Jika bos tidak setuju dengan saran anda, jangan senewen dulu. Cobalah pelajari ide anda dari sudut pandang atasan anda. Dengan demikian, mungkin anda bisa menyesuaikan gagasan anda dengan keinginan bos.

- Sesekali nggak ada salahnya memuji performa bos anda. Terutama mengenai kepemimpinannya. Ingat, sesulit-sulitnya bos, dalam hatinya tetap akan merasa tersanjung jika mendapat pujian dari anak buah. So, lakukanlah di saat yang tepat. Jangan takut dianggap cari muka. Toh anda melakukannya dengan tulus.

Ingat, no body's perfect, begitu juga dengan bos anda. Kalau anda berusaha untuk menyesuaikan diri dengan karakter bos secara positif anda akan berhasil menjadi tim yang kompak dan solid. Tentu saja, asal andapun kompak dengan rekan-rekan anda yang lain. So, bos sulit bukan masalah lagi kan..?

Tampil meyakinkan saat wawancara

Pada dasarnya setiap orang ingin tampil menarik dalam setiap kesempatan. Terutama dalam kesempatan-kesempatan penting, seperti presentasi, bertemu klien, ataupun panggilan wawancara kerja. Panggilan wawancara atau interview bisa jadi merupakan moment yang cukup penting dalam hidup anda, terutama bagi anda yang saat ini tengah mencari-cari pekerjaan. Jangan lupa, wawancara adalah saat yang cukup menentukan lolos atau tidaknya anda dalam proses penerimaan karyawan.

Kesan pertama yang tertangkap oleh si pewawancara kemungkinan besar akan mempengaruhi point terhadap anda. Dari penampilan, akan tertangkap apakah anda merupakan calon yang pantas diterima atau sebaliknya. So, agar penampilan anda saat wawancara chic and match dari ujung rambut sampai ujung kaki, perhatikan hal berikut ini:

Busana

Untuk menghadiri wawancara, pilihlah desain dan warna busana yang sesuai dengan bentuk tubuh dan kepribadian anda. Tidak perlu memaksakan diri memakai model busana yang sedang in jika tidak cocok dengan bentuk tubuh dan kepribadian anda. Hal ini hanya akan membuat anda tidak pede. Pikirkan busana yang sesuai dengan anda namun tetap sopan dan pantas dikenakan untuk wawancara. Untuk wanita hindari memakai rok supermini dan sempit. Gunakan rok maksimal 5 cm di atas lutut. Hindari pula blus dengan belahan dada rendah, apalagi bahan yang sangat tipis. Untuk pria gunakan kemeja warna polos dan celana panjang pantalon. Hindari kemeja bermotif ramai.

Rambut

Tatalah rambut anda sepantasnya. Tidak perlu berlebihan sampai memakai jasa hair stylish segala. Yang penting pastikan rambut anda rapih, bersih, dan tidak berminyak apalagi lengket. Hindari memakai cat rambut atau wig yang mencolok. Bagi wanita berambut panjang, hindari asesori rambut yang berlebihan, misalnya jepit warna-warni atau bando yang terlalu besar. Sedangkan bagi pria, hindari menghadiri wawancara dalam keadaan rambut gondrong. Cukurlah rambut anda dengan rapih.

Make up

Untuk anda para wanita, gunakan make up wajah sewajarnya. Jangan terlalu tebal dan medok tetapi juga jangan tidak memakai make up sama sekali. Gunakan make up dengan warna-warna natural. Hindari mentato alis, memakai eye shadow dan lipstik warna-warni. Selain itu, jangan menggunakan cat kuku warna ngejreng, seperti ungu atau merah tua. Seandainya pun ingin memakainya, gunakan yang berwarna lembut seperti warna beige. Bagi pria tentu saja tidak perlu make up wajah. Tetapi sebaiknya wajah dalam keadaan segar, tidak kusut dan kusam.

Tas

Gunakan tas dengan ukuran sesuai kebutuhan dengan desain sederhana dan klasik. Hindari memakai tas punggung (ransel), tas backpack, tas dengan warna dan motif mencolok, atau tas yang terlalu kecil.

Aksesori

Untuk wanita, gunakan anting-anting pendek atau giwang. Jangan memakai anting-anting panjang. Anting model ini hanya cocok dipakai ke pesta. Hindari juga memakai bros yang terlalu besar. Bagi pria, jangan sekalipun menghadiri wawancara menggunakan anting-anting di telinga anda. Hindari identitas preman saat wawancara. Untuk ikat pinggang, gunakan ikat pinggang yang serasi dengan rok atau celana anda. Jangan memilih yang warna-warni dan terlalu besar.

Sepatu

Jangan menggunakan sepatu sandal apalagi sepatu kets saat wawancara. Bagi wanita sebaiknya gunakan sepatu berhak 5 cm. Model sebaiknya klasik. Bagi pria gunakan sepatu pantofel, hindari memakai sepatu lars tinggi atau sepatu boot.